Saya orang yang percaya bahwa ada banyak hal yang tersembunyi, misterius dan berada dalam koridor "underground" yang bisa terjadi di sekitar kita. Siapa yang sangka, salah satu warga desa di daerah Mojosongo, Solo, adalah buron teroris. Atau mungkin, siapa yang bisa menyangka, seorang tetangga bisa mempunyai dendam kesumat dan membalaskan dendamnya dengan membunuh dan menyemen anaknya.
Keyakinan itu bertambah melalui ilustrasi film.
Siapa sangka, orang supir dan kenek angkot langganan kita seorang calon teroris? siapa yang sangka, seorang aktivis wanita yang cantik ternyata menjadi lelakon penting dalam sebuah perencanaan besar dalam pembentukan negara baru-yang radikal. Siapa sangka, di belakang kesadaran kita, ada segerombolan orang, yang meniti visi misinya yang mengancam keamanan negara?
Setelah setahun lebih penantian, akhirnya saya berkesempatan untuk menyaksikan salah satu film terpenting yang pernah dibuat. Mata tertutup. Film ini berkisah tentang gerakan radikal yang merayap, menggerayangi negara Indonesia, yang dirangkai dalam tiga sudut pandang sekaligus. Adalah Rima, seorang gadis dlam pencarian identitasnya, dan memutuskan untuk melibatkan diri dalam NII. Kemudian cerita seorang Jabir, pemuda yang terpaksa di drop out dari pesantren karena masalah biaya. Lalu Asimah, seorang Ibu yang galau, mencari keberadaan Aini, anaknya yang menghilang-menjadi korban kelompok Islam fudamentalis.
Meskipun banyak ayat-ayat Al Quran bertebaran di film ini, namun saya tidak bisa memasukkannya sebagai film religi. Entahlah, saya justru memasukkan film ini ke drama keluarga dengan sentuhan thriller. Film arahan Garin (dan menjadi film yang paling mudah dicerna buat saya) ini sejatinya adalah satu petunjuk, bahwa ada "sesuatu" yang terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari.
Saya tidak mau membahas terlalu banyak mengenai teknis, selain karena sudah rada telat, sudah banyak review bertebaran di dunia maya. Singkatnya memang, production value dalam film ini tentunya kelas A, sesuai dengan standar film Garin. Namun ide tentang apa yang mau disampakan dalam film ini, menurut saya brilian. Gerakan Negara Islam Indonesia, atau NII, nyatanya jauh terus berkembang hingga saat ini. Mengorek dan membelokkan pemikiran krtis mahasiswa-mahasiswa. Semua itu justru luput dari perhatian pemerintah atau bahkan presiden yang sepertinya lebih tertarik untuk berprahara ria dengan partainya sendiri. Padahal bila dirunut efeknya, sebenarnya kita patut waspada dengan gerakan seperti ini, karena menyasar hal yang paling fundamental pada seorang warga negara.
Ini film penting. Membuat kita kritis dan lebih peka. Mungkin bisa saja dibilang edukatif. Dan mungkin bisa saja, film ini menjadi semacam tools untuk early warning kepada para dewasa muda yang masih labil. Mata tertutup sebetulnya mampu menjadi gambaran akan sebuah sebab dan akibat, meski tidak semuanya dapat dijelaskan secara ekplisit. Mungkin ide bagus bila film ini menjadi film yang wajib diputar ketika masa ospek. Anggap saja, jadi bekal bagi para penerus bangsa yang sekarang terkantuk-kantuk di meja ruang kelas.
Tampilkan postingan dengan label cool stuff. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cool stuff. Tampilkan semua postingan
Senin, 04 Maret 2013
Rabu, 01 Februari 2012
One Upon a Time : Playstation
Saya tumbuh dalam perkembangan teklnologi yang pesat. Sejak kecil, bisa dikatakan, saya selalu menyentuh bentuk-bentuk teknologi, salah satunya video games. Gara-gara liat timeline sore tadi, saya jadi pengen nulis tentang video games. Ya itung-itung obat kangen saya.
Jauh sebelum games menjadi sekompleks sekarang (entah kompleks bisnisnya, gamenya sendiri atau hal-hal yang mengiringinya) dulu game adalah sesuatu yang sederhana. Tujuannya jelas, menghibur, to entertain. Sekarang game jadi bisnis, arti fungsional video game sendiri makin meluas. Menghibur masih ada, tetapi inovasi-inovasi ajaib yang hadir di game jaman sekarang entah kenapa endingnya terlalu ribet dan menenggelamkan unsur fun. Beruntung saya pernah tumbuh dimana game adalah bentuk hiburan yang nyata, hiburan tanpa takut banyak konsekuensi.
Senin, 09 Januari 2012
Repeating
It's just another cold night. Yeah, now I'm living in coldest season. Rainy.
But, January never fail me. This one, is another precious gem. Mainstream? hell with that, I just can't stop repeating this beauty...
Yes, I won't give up...
But, January never fail me. This one, is another precious gem. Mainstream? hell with that, I just can't stop repeating this beauty...
Yes, I won't give up...
Selasa, 03 Januari 2012
Catatan seorang social media addict :D
Setelah nahan jari buat gak nulis tentang social media, akhirnya hari ini saya tulis juga. Padahal banyak banget artikel atau opini tentang social media. Tapi ya berhubung saya juga pengguna social media, dan mungkin sudah masuk dalam tahapan addict, kok gak komplet ini blog tanpa ada nyinyiran tentang social media hahahahaha.
Sebelumnya ini bukan artikel yang berat, lagi-lagi ini hasil pengamatan main-main di social media. As we know it, social media yang lagi hits sekarang bukan lagi facebook melainkan twitter. Dan ada dua hal menarik yang pertama datang dari pertanyaan adek tingkat di twitter, kenapa orang lebih suka ngetwit ketimbang main facebook. Dulu saya jawab sekenanya, yaitu ada faktor realtime yang lebih kerasa di twitter. Apalagi didukung dengan kecanggihan gadget yang makin mendukung hal ini. Melalui twitter orang dengan mudah terkoneksi jika dibandingkan facebook.
Sabtu, 17 Desember 2011
novelty night
Fira Basuki emang top!
Mungkin seperti itu luapan otak saya sepuluh menit yang lalu, setelah menutup kover novel Brownies, walau belum bener-bener tuntas ngebacanya. Memang bukan novel baru, itu pun juga adaptasi dari naskah film Browniesnya si Hanung Bramantyo. Tipe novel yang sedikit feminis dan bukan juga model novel yang membuat otak berpikir dua atau tiga kali untuk mencerna kata-kata di dalamnya.
I just simply love it.
Mungkin seperti itu luapan otak saya sepuluh menit yang lalu, setelah menutup kover novel Brownies, walau belum bener-bener tuntas ngebacanya. Memang bukan novel baru, itu pun juga adaptasi dari naskah film Browniesnya si Hanung Bramantyo. Tipe novel yang sedikit feminis dan bukan juga model novel yang membuat otak berpikir dua atau tiga kali untuk mencerna kata-kata di dalamnya.
I just simply love it.
Jumat, 18 November 2011
Wishlist
Iya, ini bukan bulan Juni. Iya tahun baru masih dua bulan lagi.Tetep kan gak ada salahnya punya wishlist gitu, jadi perkenankanlah saya menyebut wishlist saya yang utama ini (setidaknya dalam jangka pendek ini) : pensiun dari kacamata.
Tapi beneran, akhir-akhir ini saya sering terganggu dengan benda yang nongkrong di hidung ini. Terhitung udah hampir 6 tahun saya menjadi pengidap mata minus (dan slindris). Dulu mah, kirain pake kacamata itu bisa menaikkan level kegantengan dan menaikkan citra intelektualitas (-__-). Secara, kacamata (dulu) entah kenapa menjadi simbol "orang pandai". Liat dokter-dokter pake jas lab dan kacamata, sepintas bakal keliatan cerdasnya. nah, itu sebabnya ketika divonis mata minus dan silindris pertama kali, saya mah asik-asik aja.
Tapi beneran, akhir-akhir ini saya sering terganggu dengan benda yang nongkrong di hidung ini. Terhitung udah hampir 6 tahun saya menjadi pengidap mata minus (dan slindris). Dulu mah, kirain pake kacamata itu bisa menaikkan level kegantengan dan menaikkan citra intelektualitas (-__-). Secara, kacamata (dulu) entah kenapa menjadi simbol "orang pandai". Liat dokter-dokter pake jas lab dan kacamata, sepintas bakal keliatan cerdasnya. nah, itu sebabnya ketika divonis mata minus dan silindris pertama kali, saya mah asik-asik aja.
Sabtu, 29 Oktober 2011
Nonton Stand Up Perdana
Ini sedikit oleh-oleh dari perhelatan Stand Up Comedy Solo kemarin. Akhirnya, setelah wara-wiri di dunia maya dan dunia peryoutube-an, Stand Up comedy nongol juga di Solo (nggak lama setelah Jogja). Saya pun juga gak serta merta langsung nonton (soalnya suka yakin gak yakin mau berangkat apa enggak), kemarin adalah perhelatan #JumatKumat ketiga kalau gak salah sebut.
Jumat, 23 September 2011
Dream Home : Another obsessed killer
*spoiler alert!
Senin, 18 Juli 2011
Semacam Obat Galau Saya

akhir-akhir ini saya berpikir bahwa, saya jadi hobi galau (bukannya dari dulu ya?). Otomatis, di tengah kegalauan saya, saya mencari-cari obat apa yang pas untuk meredam, atau bahkan menghilangkan galau yang kadang membabi buta itu (apadeh?)
dengan niat iseng (iseng kok niat?) saya kulikkulik situs Youtube, mencari video-video yang bisa membuat mata saya segar (bukan jorok - red). Biasanya saya buka page game, ya saya suka karena bisa bernostalgia sewaktu saya masih resmi jadian sama konsol PS2. Karena bosen plus sakit ati kalo liat review gim baru (cuma bisa ngeliat, gak bisa maenin) saya beralih ke video klip. Saya lupa dulu buka page VEVOnya siapa, tapi di situ ada link video lain. Seorang penyanyi dengan nama yang masih sangat asing di telinga. Iseng-iseng berhadiah saya buka link tersebut.
Matt Costa - Mr. Pitiful
Wow. Cool. Ini hebat. Setalah Glen Hansard, saya (hampir) tidak pernah menemukan seorang musisi yang bisa bener-bener punya ciri khas dan kharisma. Mr. Pitifull, dengan nada yang menurut saya agak sedikit aneh tapi beneran fun kalau didengerin. Ditambah dengan karakter suara yang berkarakter. Singkatnya saya makin penasaran dan saya coba cari lagu-lagu lainnya. Dan saya menemukan :
Matt Costa - Cold December
Gak tau kenapa, yang satu ini... bener-bener heartwarming (padahal judulnya ada kata -cold-). Ditambah lagi kalo liat video klipnya yang nampilin lanskap cantik dataran tinggi di Eropa sono. Paduan anatara lirik - karakter suara dan kharisma si Matt Costa, it's stunning!
yeah! Matt Costa, your songs is like a drug for me!
It could be warm you see, a statue next to me
Swimming away from the ice and snow
Could I have failed to see the signs in front of me
Warning and flashing symbols, subtle and simple I couldn't see
I couldnt see
itu bagian fav saya!
Selasa, 23 November 2010
Ngomongin Musik Tetangga
well, akhir-akhir ini gw rajin ngulik Youtube, situe streaming video kondang itu. Banyak yang gw liat, dari update game-game Final Fantasy (meskipun hampir tak mungkin menyentuhnya lagi), film, video-video penampakan (kayak anak smp), sampe liat video klip penyanyi kondang. Nah yang terakhir ini yang menarik.
Awalnya sebagai salah satu korban budaya MTV, jadilah gw mantengin video klip band-band atau penyanyi asal amrik sono. Menarik, tertarik dengan Vanilla Twilightnya Owl City. Salah satu yang bagus menurut gw. Banyak yangmenarik, tapi banyak pula yang kacrut menurut gw.
Apa kabar musik dalam negeri? stagnansi. Jelas. Otak-otak duit yang memonopoli pasar musik membuat semuanya menjadi beragam. Kreativitas lebur di sini. Utungnya masih ada pejuang-pejuang di jalur mainstream, yang tetap mengibarkan
idealismenya. Tapi, wait... gw gak akan bahas stagnansi musik Indonesia di sini.
Yang akan dibahas adalah masik negara tetangga. Tetangga kita yang gak pernah akur (dalam hal diplomasi). Yak Yak Yak, Malaysia.
Kata orang lagu-lagu negara ini isinya ya lagu melayu gitu. Identik dengan mellownya (inget band exist?). Iseng, gw kulik-kulik deh mbah google. Dan ternyata diluar prediksi. Musik mereka gak kalah. Memang ada yang bermellow ria, tapi tetap ada musisi bagus. Kualitasnya udah internasional kalo gw bilang. Misalnya nih :

Hujan
Band ini beraliran rock alternatif dan sedikit berbau emo, beberapa bernada mirip lagu-lagu anime jepang gitu. Ada dua track favorit gw, Bila Aku Sudah Tiada dan Mencari Konklusi. Bahasa yang dipake emang bahasa melayu, tapi gak masalah. Justru menurut gw unik. Band ini punya "taste" dalam bermusik.

Yuna Zarai
Yang pertama bikin gw tertarik sama ni cewek adalah namanya. Yuna, sama dengan tokoh di gim fafvorit gw, Final Fantasy. hehehe
Ternyata gak cuma nama, suara ni cewek oke banget. Di albumnya Decorated, doski (duh bahasa jaman kapan ini) lebih banyak main akustik. Suaranya bening. Beberapa track berbahasa Inggris dan kdengerannya mirip-mirip Lenka atau Bjork. Nah pas nyanyi lagu berbahasa Melayu, suaranya lebih mirip ke Astrid. Satu lagi, dia adalah penyanyi modern yang pede dengan jilbabnya, beda sama siti nurhalo-halo yang kadang make kadang enggak. Standing ovation buat satu itu. Good job girl! Track favorit : decorated, penakut.
Zee Avi
Gadis mungil ini juga punya talenta yang hebat. Pertama kali gw tau dari temen gw, yang pamer lagunya Kantoi. Lucu, unik dan mix antara bahasa melayu yang kental dengan bahasa inggris. Liriknya unik dan simpel. Track favorit : Kantoi, Bitter Heart
Itu baru sebagian yang gw tau, keren kok, coba dicari deh. Hal ini menunjukkan gak semua-muanya yang berbau Malaysia itu negatif. Yang satu ini cukup positif menurut gw. Harusnya mereka didengerin, supaya musisi Indonesia itu gak bikin lagu-lagu yang alay-alay. Terus pendengar mungkin sekali-kali diajak dengerin musik yang punya taste (rada susah sih, karena masalah selera). Atau paling enggak ada dukungan buat musisi Indonesia yang berada di jalur mainstream (ERK, M2M, BOTC dan masih banyak lagi). Hidup musik Indonesia!
*FYI untuk musisis Indonesia yang paling gw demen : Adhitya Sofyan, Ballads of the Cliche, SORE :)
Awalnya sebagai salah satu korban budaya MTV, jadilah gw mantengin video klip band-band atau penyanyi asal amrik sono. Menarik, tertarik dengan Vanilla Twilightnya Owl City. Salah satu yang bagus menurut gw. Banyak yangmenarik, tapi banyak pula yang kacrut menurut gw.
Apa kabar musik dalam negeri? stagnansi. Jelas. Otak-otak duit yang memonopoli pasar musik membuat semuanya menjadi beragam. Kreativitas lebur di sini. Utungnya masih ada pejuang-pejuang di jalur mainstream, yang tetap mengibarkan
idealismenya. Tapi, wait... gw gak akan bahas stagnansi musik Indonesia di sini.
Yang akan dibahas adalah masik negara tetangga. Tetangga kita yang gak pernah akur (dalam hal diplomasi). Yak Yak Yak, Malaysia.
Kata orang lagu-lagu negara ini isinya ya lagu melayu gitu. Identik dengan mellownya (inget band exist?). Iseng, gw kulik-kulik deh mbah google. Dan ternyata diluar prediksi. Musik mereka gak kalah. Memang ada yang bermellow ria, tapi tetap ada musisi bagus. Kualitasnya udah internasional kalo gw bilang. Misalnya nih :

Hujan
Band ini beraliran rock alternatif dan sedikit berbau emo, beberapa bernada mirip lagu-lagu anime jepang gitu. Ada dua track favorit gw, Bila Aku Sudah Tiada dan Mencari Konklusi. Bahasa yang dipake emang bahasa melayu, tapi gak masalah. Justru menurut gw unik. Band ini punya "taste" dalam bermusik.

Yuna Zarai
Yang pertama bikin gw tertarik sama ni cewek adalah namanya. Yuna, sama dengan tokoh di gim fafvorit gw, Final Fantasy. hehehe
Ternyata gak cuma nama, suara ni cewek oke banget. Di albumnya Decorated, doski (duh bahasa jaman kapan ini) lebih banyak main akustik. Suaranya bening. Beberapa track berbahasa Inggris dan kdengerannya mirip-mirip Lenka atau Bjork. Nah pas nyanyi lagu berbahasa Melayu, suaranya lebih mirip ke Astrid. Satu lagi, dia adalah penyanyi modern yang pede dengan jilbabnya, beda sama siti nurhalo-halo yang kadang make kadang enggak. Standing ovation buat satu itu. Good job girl! Track favorit : decorated, penakut.
Zee AviGadis mungil ini juga punya talenta yang hebat. Pertama kali gw tau dari temen gw, yang pamer lagunya Kantoi. Lucu, unik dan mix antara bahasa melayu yang kental dengan bahasa inggris. Liriknya unik dan simpel. Track favorit : Kantoi, Bitter Heart
Itu baru sebagian yang gw tau, keren kok, coba dicari deh. Hal ini menunjukkan gak semua-muanya yang berbau Malaysia itu negatif. Yang satu ini cukup positif menurut gw. Harusnya mereka didengerin, supaya musisi Indonesia itu gak bikin lagu-lagu yang alay-alay. Terus pendengar mungkin sekali-kali diajak dengerin musik yang punya taste (rada susah sih, karena masalah selera). Atau paling enggak ada dukungan buat musisi Indonesia yang berada di jalur mainstream (ERK, M2M, BOTC dan masih banyak lagi). Hidup musik Indonesia!
*FYI untuk musisis Indonesia yang paling gw demen : Adhitya Sofyan, Ballads of the Cliche, SORE :)
Langganan:
Postingan (Atom)
