Kembali berbicara tentang Stand Up Comedy, yang kini makin marak diadakan dimana-mana. Jadi ceritanya siang tadi saya bersama beberapa teman membulatkan tekad untuk nonton taping Stand Up Comedy Metro, alah satu acara yang khusus menampilkan stand up comedy secara rutin di tv. Gak tanggung-tanggung, lokasinya yang jauh (untuk sekedar nonton stand up comedy) tidak menjadi penghalang untuk mengumpulkan niat nonton. Tentu bukan tanpa alasan, tampilnya comic senior dari Stand Up Metro seperti Soleh Solihun, Mongol, Sammy, Ence Bagus dll yang turut hadir menjadi motivasi tersendiri.
Acara seharusnya mulai pukul 11, dan kita baru tiba dilokasi sekitar pukul 12. Telat sedikit gak papa, soalnya jarak dari tempat kita berangkat sampai lokasi cukup jauh, selain itu kita juga udah "reservasi tepat". Kenyataan meleset sangat jauh, sesampainya di lokasi, auditorium sudah penuh, kita terpaksa menonton sambil berdiri karena kursi sudah penuh terisi. Sempet bingung dengan makna "reservasi". Namun akhirnya setelah ada jeda istirahat untuk sholat dan beberapa penonton membubarkan diri, baru kita mendapat tempat duduk.
Kamis, 15 Maret 2012
Pamit
Sabtu, 9 Maret 2012. Perjalanan saya resmi berakhir di sini. Walaupun tidak sempat mengatakan pesan singkat terakhir karena ada acara mendadak, tapi setidaknya saya tidak lupa berterima kasih, walaupun hanya melalui dunia maya. Kurang lebih empat tahun saya berproses di sini, LPM VISI. Dan tadi adalah proses puncuk musyawarah bear, yakni pemilihan PU. Momen tersebut adalah momen terahir saya untuk menggunakan hak dan kewajiban saya sebagai anggota, sebelum nantinya jadi alumni. Senang rasanya, ketika berakhir saya bisa tersenyum lebar melihat penerus-penerus saya yang penuh semangat dan rasa optimis. Walaupun nantinya pasti akan banyak yang terjadi, tapi biarlah saya menikmati momen bahagia sekaligus mengharukan ini.
Saat ini saya tersenyum dalam haru. Membayangkan semua yang telah saya lalui dengan organisasi ini. Dimulai dari diklat -menahan kantuk- di Al Irsyad (dan surprisingly saya mengakhirinya di Al irsyad pula), menjadi anggota angin-anginan, Dinobatkan sebagai pengurus litbang dengan kemampuan jurnalistik yang mumpuni (dulu sih katanya gitu) lalu diangkat menjadi Pemimpun Umum, sebelum jatuh sebagai orang paling pengecut sedunia, dan harus terseok-seok untuk keluar dari jeratan itu.
Saat ini saya tersenyum dalam haru. Membayangkan semua yang telah saya lalui dengan organisasi ini. Dimulai dari diklat -menahan kantuk- di Al Irsyad (dan surprisingly saya mengakhirinya di Al irsyad pula), menjadi anggota angin-anginan, Dinobatkan sebagai pengurus litbang dengan kemampuan jurnalistik yang mumpuni (dulu sih katanya gitu) lalu diangkat menjadi Pemimpun Umum, sebelum jatuh sebagai orang paling pengecut sedunia, dan harus terseok-seok untuk keluar dari jeratan itu.
Minggu, 05 Februari 2012
Tamparan Random
Beberapa ini saya merasa sangat sakau akan koneksi internet. Iya, beberapa hari yang lalu, berkat mangkir dari tagihan bulanan, internet saya praktis mati. Rasanya sangat kampret sekali kalau akhir bulan internet harus dicut sedangkan jatah bayaran mengikuti gajian kakak-kaka saya yang jatuh di tanggal 5 tiap bulannya (dan bulan ini tanggal 5 adalah hari minggu). Diam-diam saya bersumpah untuk tidak mau tergantung orang lain dalam urusan online JIKA ya... saya sudah cukup mandiri secara finansial. Oke, sebenarnya bukan itu inti postingan ini.
Dengan matinya koneksi di rumah otomatis membuat saya "puasa" beraktifitas online. Untuk sekedar kegiatan bersosial media, masih bisa ditunjang lewat telepon seluler, tapi ngeblog? Dengan hitungan hari Jumat siang mulai off, jadi jika dikalkulasi setidaknya saya sudah 2 hari, tidak, 3 hari, tidak menyentuh koneksi internet, membuka blog, blogwalking dan seterusnya. Hal itu berlangsung tiga hari, tapi berasa dua bulan (oke, berlebihan). Ah, sebegitu saya tergantung dengan dunia kedua ini???
Kamis, 02 Februari 2012
No One Ever Know
Minggu ini dunia pertelevisian begitu berduka. Belum habis luka masyarakat Indonesia akan tabrakan maut, yang merenggut hampir satu keluarga yang sedang jalan-jalan, berita duka datang dari dunia hiburan. Ade Namnung, secara mendadak dikabarkan meninggal dunia, setelah beberapa hari sebelumnya dikatakan kondisinya mulai pulih setelah terkena stroke. Pagi ini, melalui linimasa, saya terkaget-kaget dengan kabar meninggalnya Him Damsyik, atau yang lebih dikenal sebagai si Datuk Maringigih. Umurnya memang sudah senja (82 tahun) tapi lagi-lagi, kepulangannya mengagetkan banyak pihak. Termasuk saya.
Rabu, 01 Februari 2012
One Upon a Time : Playstation
Saya tumbuh dalam perkembangan teklnologi yang pesat. Sejak kecil, bisa dikatakan, saya selalu menyentuh bentuk-bentuk teknologi, salah satunya video games. Gara-gara liat timeline sore tadi, saya jadi pengen nulis tentang video games. Ya itung-itung obat kangen saya.
Jauh sebelum games menjadi sekompleks sekarang (entah kompleks bisnisnya, gamenya sendiri atau hal-hal yang mengiringinya) dulu game adalah sesuatu yang sederhana. Tujuannya jelas, menghibur, to entertain. Sekarang game jadi bisnis, arti fungsional video game sendiri makin meluas. Menghibur masih ada, tetapi inovasi-inovasi ajaib yang hadir di game jaman sekarang entah kenapa endingnya terlalu ribet dan menenggelamkan unsur fun. Beruntung saya pernah tumbuh dimana game adalah bentuk hiburan yang nyata, hiburan tanpa takut banyak konsekuensi.
Jumat, 20 Januari 2012
Review : The Beaver
| sumber : http://www.trailershut.com |
Sendiri dan kesendirian adalah dua hal yang berbeda. Sendiri bisa jadi hasil dari sebuah pilihan, kesendirian adalah situasi. What if they're happened in one time? sangat mungkin terjadi. Dan apa yang terjadi? apakah kesendirian itu berakibat sesuatu? dapat membuat seseorang kehilangan arah dan lose her/his mind? atau mungkin ada individu lain dalam satu sosok yang sama, hadir dan mampu mengalahkan kesendirian? mengubahnya untuk lepas dari predikat kesepian? atau hal yang banyak dikatakan sebagai alter ego itu dapat mengontrol hidup? lalu bagaimana dengan karakter yang sebenarnya merasakan kesendirian itu? apakah alter ego dapat menyembuhkan?
Mungkin paragraf di atas terlalu sulit dicerna untuk dibaca sekilas, tapi diskursus tentang alter ego (bukan kepribadian ganda) sedikit banyak diceritakan dalam film The Beaver. Menelisik apa saja yang bisa dikerjakan oleh ego lain yang dimiliki manusia. Bercerita tentang seorang Walter (Mel Gibson) seorang CEO perusahaan mainan anak-anak yang terpuruk. Walter, dengan banyak faktor seperti masalah keluarga dan usaha, membuatnya kehilangan kepercayaan diri, merubahnya jadi pendiam. Meredith (Jodie Foster) sang istri sebenarnya prihatin dengan keadaan suaminya, sedangkan anak-anak mereka Porter dan Henry mempunyai karakter yang tidak biasa. Porter membenci ayahnya, dan dengan segala macam cara, ia tidak mau berakhir seperti ayahnya. Henry adalah korban, si pendiam yang jadi objek bully di sekolah..
Sabtu, 14 Januari 2012
Wanita : Beda Dulu Beda Sekarang
Tempo hari saya pernah bikin twit "why women are so complicated?"
Ya jujur itu pandangan saya. Dalam konteks memahami seorang wanita, itu bukan hal yang mudah. Kata-katanya semiotik, ungkapannya suka bias, delik matanya mengandung sejuta arti, gesture yang kadang susah ditebak dan sebagainya. Namun, serumit apapun, yah, you are the women and we are the man, we loves you, yeah, hukum dunia itu mah.
Tapi di atas semua itu, nasib jaman memang membentuk banyak karakter baru. Banyak faham baru. Dulu dan sekarang tentunya berbeda. Ini makin saya tangkap setelah terjadi forum antah berantah antara 4 pria dan 3 wanita semalem.
Langganan:
Postingan (Atom)